Saat Tidur Tak Teratur dan Jiwa Enggan Bersantai-santai

Ldk Al Intisyar

Oleh: Rohmi Rohmanudin

Jika kamu tidak lagi merasakan nikmatnya tidur karena menimba ilmu, jika banyaknya tugas membuatmu enggan bersantai-santai. Maka jangan pernah kamu mengatakan kapan semua ini akan berakhir.

Jika saat ujian membuatmu meninggalkan hal yang kau sukai, membuat waktu rehatmu menjadi sedikit, serta membuatmu harus meneguk secangkir kopi untuk bergadang. Maka jangan pernah mengeluh, karena sesungguhnya disitulah kau temukan manisnya menuntut ilmu.

Wahai saudaraku sesunggunya ilmu itu tidak diraih dengan berleha leha, tapi ia membutuhkan kesungguhan. Pernahkah kamu mendengar kisah Imam Bukhori dalam menulis Ilmu? beliau sering terjaga dari tidurnya untuk menulis Ilmu.

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata di dalam al-Bidayah wan Nihayah, XI: 25, tentang biografi Imam Bukhori, pemuka kaum beriman dalam bidang hadist, pemilik jasa besar atas kaum muslimin sampai hari pembalasan, “Dia melakukan perjalanan kepada seluruh guru hadist di kota-kota yang memungkinkan baginya untuk menjangkaunya. Dia menulis hadist lebih dari seribu guru. Al-Firabri mengatakan, ‘Yang mendengar Ash-Shahih dari Bukhari sebanyak kurang lebih 7000 orang, termasuk aku. Tidak tersisa dari mereka seorang pun, selain aku’.”

.Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata, “Bukhari pernah bangun dari tidurnya di suatu malam. Dia pun menyalakan lampu dari tidurnya di suatu malam. Dia pun menyalakan lampu dan mencatat ilmu yang terlintas di benaknya, lalu ia mematikan lampu kembali. Kemudian, ia bangun lagi dan melakukan hal yang sama. Demikian, sampai hal itu terjadi kurang lebih dua puluh kali.” Muhammad bin Abu Hatim, orang yang menyediakan kertas bagi Bukhari, mengatakan, “Jika aku bersama Abu Abdillah Al-Bukhari dalam suatu perjalanan, maka dia mengumpulkan kami dalam satu rumah, kecuali terkadang di musim panas. Aku melihatnya bangun dalam satu malam sebanyak lima belas sampai dua puluh kali. Pada saat seperti itu, ia mengambil pemantik api, lalu ia mengeluarkan hadist-hadist, dan menandainya. Lalu ia merebahkan diri, dan shalat di waktu sahur sebanyak tiga belas rakaat. Setiap kali ia bangun, ia tidak pernah membangunkanku.

Aku berkata kepadanya,’Engkau melakukan semua ini dengan tekun, tanpa membangunkanku.
’ Dia berkata, ‘Kamu masih muda, aku tidak ingin menggaanggu tidurmu.’
Suatu hari, ketika kami berada di Firabr, aku melihatnya terlentang di atas tengkuknya dalam menulis kitab tafsir. Pada hari itu ia terlihat begitu lelah, karena banyaknya ia mengeluarkan hadits.
Aku berkata kepadanya,’Wahai Abu Abdillah, aku mendengarmu telah berkata, ‘Sesungguhnya aku tidak melakukan sesuatu tanpa ilmu, sejak aku memahaminya. Lalu, ilmu apa yang engkau terapkan dalam kondisi terlentang begini?
” Dia menjawab,’Kami begitu lelah hari ini. Dan, tempat ini adalah salah satu perbatasan. Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi dari musuh. Aku ingin beristirahat, dan aku mempersiapkan diri untuk itu. Jika tiba-tiba musuh menyerang, sementara kita belum siap, kita masih mempunyai kekuatan.” Bukhari ahli menunggang dan memanah. Selama menyertainya, aku belum pernah mengetahui panahnya meleset dari sasaran, kecuali dua kali, dan ia tak tertandingi.

Dari kisah Imam Bukhari di atas kita bisa mengambil beberapa hikmah diantaranya, sebagai penuntut ilmu kita perlu meningkatkan mujahadah (kesungguhan) dalam menacari ilmu.
Sesunguhnya ilmu itu tidak akan di dapat dengan kenyamanan fisik, sebagaimana kesungguhan Imam Bukhori dalam menulis hadits. Karya besar nya itu tidak dapat dengan cara yang mudah, tapi ia memperolehnya dengan mujahadah bahkan ia sampai menulisnya disela sela malam tidurnya.

Jadi berbahagialah bagi kamu, jika guru atau dosenmu memberikan banyak tugas, karena sesungguhnya ia telah memberi kesempatan bagimu untuk ber-mujahadah dalam menuntut ilmu.

Menuntut ilmu memang membutuhkan kesabaran. Tanpa hal itu, tentu banyak orang yang akan mengalami kegagalan untuk meraup ilmu yang melimpah. Dan, para ulama yang kapabilitas keilmuaanya tak diragukan lagi, telah membuktikan peran ‘kesabaran’ sebagai elemen penting dalam mencari ilmu.

Lihat apa yang baru
Facebook Comments